Kamis, 22 Oktober 2015

MATERI UKG 2015 "MENGINDETIFIKASI KESULITAN BELAJAR PESERTA DIDIK"



A. Pendahuluan

Keberhasilan dalam melaksanakan suatu tugas merupakan dambaan setiap orang. Berhasil berarti terwujudnya harapan. Hal ini juga menyangkut segi efisiensi, rasa percaya diri, ataupun prestise. Lebih-lebih bila keberhasian tersebut terjadi pada tugas atau aktivitas yang berskala besar. Namun perlu disadari bahwa pada dasarnya setiap tugas atau aktivitas selalu berakhir pada dua kemungkinan : berhasil atau gagal.
Belajar merupakan tugas utama siswa, di samping tugas-tugas yang lain. Keberhasilan dalam belajar bukan hanya diharapkan oleh siswa yang bersangkutan, tetapi juga oleh orang tua, guru, dan juga masyarakat. Tentu saja yang diharapkan bukan hanya berhasil, tetapi berhasil secara optimal. Untuk itu diperlukan persyaratan yang memadai, yaitu persyaratan psikologis, biologis, material, dan lingkungan sosial yang kondusif.
Bila keberhasilan merupakan dambaan setiap orang, maka kegagalan juga dapat terjadi pada setiap orang. Beberapa wujud ketidak berhasilan siswa dalam belajar yaitu : memperoleh nilai jelek untuk sebagian atau seluruh mata pelajaran, tidak naik kelas, putus sekolah (dropout), dan tidak lulus ujian akhir.
Kegagalan dalam belajar sebagaimana contoh di atas berarti rugi waktu, tenaga, dan juga biaya. Dan tidak kalah penting adalah dampak kegagalam belajar pada rasa percaya diri. Kerugian tersebut bukan hanya dirasakan oleh yang bersangkutan tetapi juga oleh keluarga dan lembaga pendidikan. Oleh karena itu upaya mencegah atau setidak tidaknya meminimalkan, dan juga memecahkan kesulitan belajar melalui diagnosis kesulitan belajar siswa merupakan kegiatan yang perlu dilaksanakan.

B. Pengertian dan Gejala-gejala Kesulitan Belajar

Ada beberapa pendapat mengenai pengertian kesulitan belajar. Blassic dan Jones, sebagaimana dikutip oleh Warkitri ddk. (1990 : 8.3), menyatakan bahwa kesulitan belajar adalah terdapatnya suatu jarak antara prestasi akademik yang diharapkan dengan prestasi akademik yang diperoleh. Mereka selanjutnya menyatakan bahwa individu yang mengalami kesulitan belajar adalah individu yang normal inteligensinya, tetapi menunjukkan satu atau beberapa kekurangan penting dalam proses belajar, baik persepsi, ingatan, perhatian, ataupun fungsi motoriknya.
Sementara itu Siti Mardiyanti dkk. (1994 : 4 – 5) menganggap kesulitan belajar sebagai suatu kondisi dalam proses belajar yang ditandai oleh adanya hambatan tertentu untuk mencapai hasil belajar. Hambatan tersebut mungkin disadari atau tidak disadari oleh yang bersangkutan, mungkin bersifat psikologis, sosiologis, ataupun fisiologis dalam proses belajarnya.
Kesulitan atau masalah belajar dapat dikenal berdasarkan gejala yang dimanifestasikan dalam berbagai bentuk perilaku, baik secara kognitif, afektif, maupun psikomotorik. Menurut Warkitri dkk. (1990 : 8.5 – 8.6), individu yang mengalami kesulitan belajar menunjukkan gejala sebagai berikut.
1. Hasil belajar yang dicapai rendah dibawah rata-rata kelompoknya.
2. Hasil belajar yang dicapai sekarang lebih rendah disbanding sebelumnya.
3. Hasil belajar yang dicapai tidak seimbang dengan usaha yang telah dilakukan.
4. Lambat dalam melakukan tugas-tugas belajar.
5. Menunjukkan sikap yang kurang wajar, misalnya masa bodoh dengan proses belajar dan pembelajaran, mendapat nilai kurang tidak menyesal, dst.
6. Menunjukkan perilaku yang menyimpang dari norma, misalnya membolos, pulang sebelum waktunya, dst.
7. Menunjukkan gejala emosional yang kurang wajar, misalnya mudah tersinggung, suka menyendiri, bertindak agresif, dst.

C. Faktor-faktor Penyebab Kesulitan Belajar

Menurut Burton, sebagaimana dikutip oleh Abin S.M. (2002 : 325-326), faktor-faktor yang menyebabkan kesulitan belajar individu dapat berupa faktor internal, yaitu yang berasal dari dalam diri yang bersangkutan, dan faktor eksternal, adalah faktor yang berasal dari luar diri yang bersangkutan.
1. Faktor Internal
Yang dimaksud dengan faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri mahasiswa. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua, yaitu faktor kejiwaan dan faktor kejasmanian.
a. Faktor kejiwaan, antara lain :
1) minat terhadap mata kuliah kurang;
2) motif belajar rendah;
3) rasa percaya diri kurang;
4) disiplin pribadi rendah;
5) sering meremehkan persoalan;
6) sering mengalami konflik psikis;
7) integritas kepribadian lemah.
b. Faktor kejasmanian, antara lain :
1) keadaan fisik lemah (mudah terserang penyakit);
2) adanya penyakit yang sulit atau tidak dapat disembuhkan;
3) adanya gangguan pada fungsi indera;
4) kelelahan secara fisik.
2. Faktor Eksternal
Yang dimaksud dengan faktor eksternal adalah faktor yang berada atau berasal dari luar mahasiswa. Faktor ini dapat dibedakan menjadi dua : faktor instrumental dan faktor lingkungan.
a. Faktor instrumental
Faktor-faktor instrumental yang dapat menyebabkan kesulitan belajar mahasiswa antara lain :
1) Kemampuan profesional dan kepribadian dosen yang tidak memadai;
2) Kurikulum yang terlalu berat bagi mahasiswa;
3) Program belajar dan pembelajaran yang tidak tersusun dengan baik;
4) Fasilitas belajar dan pembelajaran yang tidak sesuai dengan kebutuhan.
b. Faktor lingkungan
Faktor lingkungan meliputi lingkungan sosial dan lingkungan fisik. Penyebab kesulitan belajar yang berupa faktor lingkungan antara lain :
1) Disintegrasi atau disharmonisasi keluarga;
2) Lingkungan sosial kampus yang tidak kondusif;
3) Teman-teman bergaul yang tidak baik;
4) Lokasi kampus yang tidak atau kurang cocok untuk pendidikan.

D. Diagnosis Kesulitan Belajar Peserta Didik

1. Pengertian Diagnosis Kesulitan Belajar
Diagnosis merupakan istilah yang diadopsi dari bidang medis. Menurut Thorndik e dan Hagen (Abin S.M., 2002 : 307), diagnosis dapat diartikan sebagai :
a. Upaya atau proses menemukan kelemahan atau penyakit (weakness, disease) apa yang dialami seseorang dengan melalui pengujian dan studi yang seksama mengenai gejala-gejalanya (symtoms);
b. Studi yang seksama terhadap fakta tentang suatu hal untuk menemukan karakteristik atau kesalahan-kesalahan dan sebagainya yang esensial;
c. Keputusan yang dicapai setelah dilakukan suatu studi yang saksama atas gejala-gejala atau fakta-fakta tentang suatu hal.
Dari ketiga pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa di dalam konsep diagnosis, secara implisit telah tercakup pula konsep prognosisnya. Dengan demikian dalam proses diagnosis bukan hanya sekadar mengidentifikasi jenis dan karakteristiknya, serta latar belakang dari suatu kelemahan atau penyakit tertentu, melainkan juga mengimplikasikan suatu upaya untuk meramalkan kemungkinan dan menyarankan tindakan pemecahannya.
Bila kegiatan diagnosis diarahkan pada masalah yang terjadi pada belajar, maka disebut sebagai diagnosis kesulitan belajar. Melalui diagnosis kesulitan belajar gejala-gejala yang menunjukkan adanya kesulitan dalam belajar diidentifikasi, dicari faktor-faktor yang menyebabkannya, dan diupayakan jalan keluar untuk memecahkan masalah tersebut.
2. Prosedur Diagnosis Kesulitan Belajar
Diganosis kesulitan belajar merupakan suatu prosedur dalam memecahkan kesulitan belajar. Sebagai prosedur maka diagnosis kesulitan belajar terdiri dari langkah-langkah yang tersusun secara sistematis. Menurut Rosss dan Stanley (Abin S.M., 2002 : 309), tahapan-tahapan diagnosis kesulitan belajar adalah jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut.
a. Who are the pupils having trouble ? (Siapa siswayang mengalami gangguan ?)
b. Where are the errors located ? (Di manakah kelemahan-kelemahan tersebut dapat dilokalisasikan ?)
c. Why are the errors occur ? (Mengapa kelemahan-kelemahan itu terjadi ?)
d. What are remedies are suggested? (Penyembuhan apa saja yang disarankan?)
e. How can errors be prevented ? (Bagaimana kelemahan-kelemahan itu dapat dicegah ?)
Pendapat Roos dan Stanley tersebut dapat dioperasionalisasikan dalam memecahkan masalah atau kesulitan belajar mahasiswa dengan tahapan kegiatan sebagai berikut.
a. Mengidentifikasi mahasiswa yang diduga mengalami kesulitan belajar
Identifikasi mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar dilakukan dengan :
1) Menganalisis prestasi belajar
Dari segi prestasi belajar, individu dapat dinyatakan mengalami kesulitan bila : pertama, indeks prestasi (IP) yang bersangkutan lebih rendah dibanding IP rata-rata klasnya; kedua, prestasi yang dicapai sekarang lebih rendah dari sebelumnya; dan ketiga, prestasi yang dicapai berada di bawah kemampuan sebenarnya.
2) Menganalisis periaku yang berhubungan dengan proses belajar.
Analisis perilaku terhadap mahasiswa yang diduga mengalami kesulitan belajar dilakukan dengan : pertama, membandingkan perilaku yang bersangkutan dengan perilaku mahasiswa lainnya yang berasal dari tingkat atau kelas yang sama; kedua, membandingkan perilaku yang bersangkutan dengan perilaku yang diharapkan oleh lembaga pendidikan.
3) Menganalisis hubungan sosial
Intensitas interaksi sosial individu dengan kelompoknya dapat diketahui dengan sosiometri. Dengan sosiometri dapat diketahui individu-individu yang terisolasi dari kelompoknya. Gejala tersebut merupakan salah satu indikator kesulitan belajar.
b. Melokalisasi letak kesulitan belajar
Setelah mahasiswa-mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar diidentifikasi, langkah berikutnya adalah menelaah :
1) pada mata kuliah apa yang bersangkutan mengalami kesulitan;
2) pada aspek tujuan pembelajaran yang mana kesulitan terjadi;
3) pada bagian (ruang lingkup) materi yang mana kesulitan terjadi;
4) pada segi-segi proses pembelajaran yang mana kesulitan terjadi.
c. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab kesulitan belajar
Pada tahap ini semua faktor yang diduga sebagai penyebab kesulitan belajar diusahakan untuk dapat diungkap. Tahap ini oleh para ahli dipandang sebagai tahap yang paling sulit, mengingat penyebab kesulitan belajar itu sangat kompleks, sehingga hal tidak dapat dipahami secara sempurna, meskipun oleh seorang ahli sekalipun (Koestoer dan A. Hadisuparto, 1998 : 21).
Teknik pengungkapan faktor penyebab kesulita belajar dapat dilakukan dengan : 1) observasi; 2) wawancara; 3) kuesioner; 4) skala sikap, 5) tes; dan 6) pemeriksaan secara medis.
d. Memperkirakan alternatif pertolongan
Hal-hal yang perlu dipertimbangkan secara matang pada tahap ini adalah sebagai berikut.
1) Apakah mahasiswa yang mengalami kesulitan belajar tersebut masih mungkin untuk ditolong ?
2) Teknik apa yang tepat untuk pertolongan tersebut ?
3) Kapan dan di mana proses pemberian bantuan tersebut dilaksanakan ?
4) Siapa saja yang terlibat dalam proses pemberian bantuan tersebut ?
5) Berapa lama waktu yang diperlukan untuk kegiatan tersebut ?
e. Menetapkan kemungkinan teknik mengatasi kesulitan belajar
Tahap ini merupakan kegiatan penyusunan rencana yang meliputi : pertama, teknik-teknik yang dipilih untuk mengatasi kesulitan belajar dan kedua, teknik-teknik yang dipilih untuk mencegah agar kesulitan belajar tidak terjadi lagi.
f. Pelaksanaan pemberian pertolongan
Tahap keenam ini merupakan tahap terakhir dari diagnosis kesulitan belajar mahasiswa. Pada tahap apa saja yang telah ditetapkan pada tahap kelima dilaksanakan. 

E. Penutup

Berdasarkan apa yang dipaparkan di atas dapat dinyatakan bahwa diagnosis kesulitan belajar merupakan memerlukan perencanaan yang matang, yang memerlukan waktu, tenaga, dan juga biaya. Oleh karena itu diagnosis kesulitan belajar siswa hendaknya menjadi bagian dari program kerja lembaga pendidikan. Bila hal ini dapat terlaksana dengan baik niscaya kesulitan-kesulitan belajar mahasiswa dapat dicegah dan diatasi.
Baca selengkapnya »»  

MATERI UKG 2015 "MEMAHAMI KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN KEBUTUHAN KHUSUS"



Abstrak

Secara rasional bahwa pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, berkaitan dengan pernyataan tersbut maka asesmen penting dilakukan oleh guru, karena mengetahui kemampuan, hambatan maupun kebutuhan Peserta Didik tidak cukup hanya hasil dari pengamatan saja, tetapi harus dicari dan ditemukan akar permasalahan yang sebenarnya secara komprehensif. Semua siswa memiliki hak untuk belajar dan memperoleh pendidikan yang berkualitas tanpa memandang perbedaan fisik, intelektual, sosial, emosi, bahasa, atau kondisi lainnya, termasuk siswa berbakat, dan siswa yang mengalami gangguan kecerdasan. Hal ini sesuai dengan yang ditetapkan dalam Konvensi Hak Anak yang telah ditanda tangani oleh hampir semua negara di dunia. Setiap guru diharapkan memiliki pemahaman yang baik tentang keberagaman kondisi peserta didik agar dapat memberikan layanan pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan keunikan peserta didik. Mengajar siswa dengan keberagaman latar belakang merupakan sebuah tantangan. Kondisi tersebut mendorong guru untuk terus-menerus belajar memahami siswa melalui pengamatan, berbagi pengalaman, membaca buku, dan menggali berbagai informasi dari berbagai sumber.

Kata Kunci: Karakteristik, Peserta didik, Anak berkebutuhan Khusus

A.    KARAKTERISTIK PESERTA DIDIK
Masa usia sekolah dasar sebagai masa kanak-kanak akhir yang berlangsung dari usia enam tahun hingga kira-kira usia sebelas tahun atau dua belas tahun. Karakteristik utama siswa sekolah dasar adalah mereka menampilkan perbedaan-perbedaan individual dalam banyak segi dan bidang, di antaranya, perbedaan dalam intelegensi, kemampuan dalam kognitif dan bahasa, perkembangan kepribadian dan perkembangan fisik anak.
Menurut Erikson perkembangan psikososial pada usia enam sampai pubertas, anak mulai memasuki dunia pengetahuan dan dunia kerja yang luas. Peristiwa penting pada tahap ini anak mulai masuk sekolah, mulai dihadapkan dengan tekhnologi masyarakat, di samping itu proses belajar mereka tidak hanya terjadi di sekolah.

Sedang menurut Thornburg (1984) anak sekolah dasar merupakan individu yang sedang berkembang, barang kali tidak perlu lagi diragukan kebenarannya. Setiap anak sekolah dasar sedang berada dalam perubahan fisik maupun mental mengarah kepada yang lebih baik. Tingkah laku mereka dalam menghadapi lingkungan sosial maupun non sosial meningkat. Anak kelas empat, memilki kemampuan tenggang rasa dan kerja sama yang lebih tinggi, bahkan ada di antara mereka yang menampakan tingkah laku mendekati tingkah laku anak remaja permulaan.

Menurut Piaget ada lima faktor yang menunjang perkembangan intelektual yaitu : kedewasaan (maturation), pengalaman fisik (physical experience), penyalaman logika matematika (logical mathematical experience), transmisi sosial (social transmission), dan proses keseimbangan (equilibriun) atau proses pengaturan sendiri (self-regulation ) Erikson mengatakan bahwa anak usia sekolah dasar tertarik terhadap pencapaian hasil belajar.

Belajar berkaitan dengan kognitif dan kecerdasan. Kognitif adalah suatu kemampuan yang unik dari individu mengenai pengetahuan yang bersumber dari pengalaman, yang dapat disajikan kembali (Recall) ketika dibutuhkan untuk menjawab tantangan lingkungan, sesuai dengan pendapat para ahli, diantaranya pendapat Jean Piaget (1954), Piaget menyatakan bahwa ketika seorang anak mulai membangun pemahamannya tentang dunia, otak yang berkembangan membentuk Skema kemudian proses-proses berikutnya meliputi asimilasi, akomodasi, organisasi, keseimbangan dan penyeimbangan.

Skema dalam teori Piaget, aksi atau representasi mental yang mengorganisasikan pengetahuan. Skema-skema bayi disusun oleh tindakan-tindakan sederhana yang diterapkan pada objek-objek tertentu seperti menyusu, melihat dan menggenggam.
Proses penting yang kedua adalah asimilasi, asimilasi menurut Piaget adalah penggabungan informasi baru ke dalam pengetahuan yang ada. Bayi-bayi yang baru lahir secara refleks akan mengisap setiap benda yang menyentuh bibir mereka; mereka mengasimilasi semua benda ke dalam skema menyusu mereka, sedangkan akomodasi adalah pembentukan skema agar sesuai dengan informasi dan pengalaman baru, dengan mengisap objek-objek yang berbeda mereka mempelajarai hal-hal seperti rasa, tekstur dan bentuk, maka setelah memiliki pengalaman beberapa bulan, mereka membentuk pemahaman yang berbeda terhadap dunia. Untuk lebih jelasnya lagi pemaparan di atas dapat dilihat dalam bentuk peta konsep di bawah ini,


http://www.lpmpjabar.go.id/images/Artikel_Pendidikan/memet1.jpg
Perkembangan kognitif Piaget membagi kedalam empat tahapan, yaitu tahapan Sensorimotor 0 – 2 tahun, Praoperasional 2 – 7 tahun, Operasional Konkret 7 – 11 tahun dan operasional formal 11 tahun hingga masa dewasa. Semua tahapan perkembangan kognitif di atas sangat penting untuk diketahui, namun dalam assesmen ini akan berfokus kepada usia sekolah dasar (SD), yaitu tahapan Opersonal Konkret usia 7 sampai dengan 11 tahun untuk mengumpulkan informasi mengenai kemampuan, hambatan dan kebutuhan anak dalam perkebemangan kognitifnya.

1.    Karakteristik Umum Usia Anak Sekolah Dasar
Perkembangan adalah suatu kemajuan atau pergeseran kondisi yang dapat dilihat secara faktual maupun yang bisa dilihat dari dampak yang ditimbulkan dari pengaruh perkembangan itu sendiri baik perkembangan secara kuantitatif yaitu pertumbuhan fisikly, maupun perkembangan secara kualitatif yang ditandai dengan kemampuan secara mental.
Banyak pernyataan dari para ahli mengenai perkembangan, diantaranya pendapat Syamsu Yusuf (2002:15) menyatakan bahwa
”perkembangan adalah perubahan-perubahan yang dialami oleh individu atau organisme menuju tingkat kedewasaannya atau kematangannya (maturition) yang berlangsung secara sistematis, progresif dan berkesinambungan baik menyangkut fisik (jasmaniah) maupun psikis (rohaniah).”
Kemudian Jean Piaget, dalam buku perkembangan anak dan remaja yang disusun oleh Syamsu Yusuf (2002 : 4)
”Perkembangan manusia dapat digambarkan dalam konsep fungsi dan struktur. Konsep Fungsi merupakan mekanisme biologis bawaan yang sama bagi setiap orang atau kecenderungan biologis untuk mengorganisasikan pengetahuan ke dalam struktur kognisi. Sementara struktur merupakan interelasi (saling berkaitan) sistem pengetahuan yang mendasari dan membimbing tingkah-laku inteligensi”

Perkembangan dibagi menjadi beberapa aspek seperti: (a) Perkembangan Fisik Motorik; (b) Perkembangan Kognitif; (c) Perkembangan Emosi-Sosial; (d) Perkembangan Bahasa; dan (e) Perkembangan Etika-Moral

a.    Perkembangan Intelektual
Pada usia dasar (6-12 tahun) anak sudah dapat mereaksi rangsangan intelektual atau melaksanakan tugas-tugas belajar yang menuntut kemampuan intelektual atau kemampuan kognitif (seperti membaca, menulis, dan menghitung).

Dalam rangka mengembangkan kemampuan anak,maka sekolah dalam hal ini guru seyogyanya memberikan kesempatan kepada anak untuk mengemukakan pertanyaan, memberikan komentar atau pendapat tentang materi pelajaran yang dibacanya atau dijelaskan oleh guru, membuat karangan, menyusun laporan.
b.    Perkembangan Bahasa
Bahasa adalah sarana berkomunikasi dengan orang lain. Dalam pengertian ini tercakup semua cara berkomunikasi, dimana pikiran dan perasaan dinyatakan dalam bentuk tulisan, lisan, isyarat, atau gerak dengan menggunakan kata-kata ,kalimat, bunyi, lambang, gambar, atau lukisan. Dengan bahasa semua manusia dapat mengenal dirinya, sesama manusia, alam sekitar, ilmu pengetahuan dan nilai-nilai moral atau agama.

Terdapat dua faktor penting yang mempengaruhi perkembangan bahasa yaitu :
1)    Proses jadi matang dengan perkataan lain anak itu menjadi matang (organ-organ suara/bicara sudah berfungsi) untuk berkata-kata.
2)    Proses belajar, yang berarti bahwa anak yang telah matang untuk berbicara lalu mempelajari bahasa orang lain dengan jalan mengimitasi atau meniru ucapan/kata-kata yang didengarnya. Kedua proses ini berlangsung sejak masa bayi dan kanak-kanak

Dengan dibekali pelajaran bahasa di sekolah, diharapkan peserta didik dapat menguasai dan mempergunakannya sebagai alat untuk :
1)    Berkomunikasi dengan orang lain
2)    Menyatakan isi hatinya
3)    Memahami keterampilan mengolah informasi yang diterimanya
4)    Berpikir (menyatakan gagasan atau pendapat)
5)    Mengambangkan kepribadiannya seperti menyatakan sikap dan keyakinannya.
c.    Perkembangan Sosial
Pada usia ini anak mulai memiliki kesanggupan menyesuaikan diri sendiri (egosentris) kepada sikap yang kooperatif (bekerja sama) atau sosiosentris (mau memperhatikan kepentingan orang lain).

Berkat perkembangan sosial anak dapat menyesuaikan dirinya dengan kelompok teman sebayanya maupun dengan lingkungan masyarakat sekitarnya. Dalam proses belajar di sekolah, kematangan perkembangan sosial ini dapat dimanfaatkan atau dimaknai dengan memberikan tugas-tugas kelompok, baik yang membutuhkan tenaga fisik maupun tugas yang membutuhkan pikiran. Hal ini dilakukan agar peserta didik belajar tentang sikap dan kebiasaan dalam bekerja sama, saling menghormati dan betanggung jawab.
d.    Perkembangan Emosi
Kemampuan mengontrol emosi diperoleh anak melalui peniruan dan latihan (pembiasaan). Dalam proses peniruan, kemampuan orang tua dalam mengendalikan emosinya emosinya sangatlah berpengaruh pada anak.

Emosi merupakan faktor dominan yang mempengaruhi tingkah laku individu, dalam hal ini termasuk pula perilaku belajar. Memgingat hal tersebut, maka guru hendaknya mempunyai kepedulian untuk menciptakan situasi belajar yang menyenangkan atau kondusif bagi terciptanya proses belajar mengajar yang efektif. Upaya yang dilakukan antara lain :
1)    Mengembangkan iklim kelas yang bebas dari ketegangan
2)    Memperlakukan peserta didik sebagai individu yang mempunyai harga diri
3)    Memberikan nilai secara objektif
4)    Menghargai hasil karya peserta didik

e.    Perkembangan Etika/Moral
Anak mulai mengenal konsep moral pertama kali dari lingkungan keluarga. Pada mulanya, mungkin anak tidak mengerti konsep moral ini, tapi lambat laun anak akan memahaminya. Pada usia sekolah dasar, anak sudah dapat mengikuti peraturan atau tuntutan dari orang tua atau lingkungan sosialnya. Pada akhir usia ini, anak sudah dapat memahami alasan yang mendasari suatu peraturan. Di samping itu, anak sudah dapat mengasosiasikan setiap bentuk perilaku dengan konsep benar-salah atau baik-buruk.

f.    Perkembangan Penghayatan Keagamaan
Pada masa ini, perkembangan penghayatan keagamaannya ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut
Sikap keagamaan bersifat reseptif disertai dengan pengertian
1)    Pandangan dan paham ketuhanan diperolehnya secara asional berdasarkan kaidah-kaidah logika yang berpedoman pada indikator alam semesta sebagai manifestasi dari keagungan-Nya.
2)    Penghayatan secara rohaniah semakin mendalam, pelaksanaan kegiatan ritual diterima sebagai keharusan moral.
3)    Periode usia sekolah dasar merupakan masa pembentukan nilai-nilai agama sebagai kelanjutan periode sebelumnya.

g.    Perkembangan Motorik
Seiring dengan perkembangan fisiknya yang beranjak matang maka perkembangan motorik anak sudah terkoordinasi dengan baik

Sesuai dengan perkembangan fisik (motorik) maka di kelas-kelas permulaan sangat tepat diajarkan :
1)    Dasar-dasar keterampilan untuk menulis dan menggambar
2)    Keterampilan dalam mempergunakan alat-alat olahraga
3)    Gerakan-gerakan untuk meloncat, berlari, berenang, dsb.

Baris-berbaris secara sederhana untuk menanamkan kebiasaan, ketertiban dan kedisiplinan.

B.    HAMBATAN PERKEMBANGAN USIA ANAK SEKOLAH DASAR
Karakteristik peserta didik yang muncul dilihat dari empat aspek penyebab hambatannya, yaitu:
a.    Hambatan Aspek Fisik
1)    Fisio (Fungsi)
a)    Fungsi Penglihatan
b)    Fungsi Pendengaran
c)    Fungsi Gerak;
  • Tremor,
  • Kelayuan/kekuatan
  • Keseimbangan
2)    Fisik (Impairment/kerusakan)
a)    Kerusakan organ penglihatan
b)    Kerusakan organ pendengaran
c)    Kerusakan organ gerak
b.    Hambatan Aspek Sikap
1)    Attention Deficit Disorder (ADD)
ADD diartikan sebagai hambatan pemusatan perhatian, karakteristik yang muncul adalah mudah beralihnya perhatian dari objek satu ke objek yang lainnya, karakteristik ini kadang-kadang dapat menarik diri karena tidak dapat menyesuaikan dengan objek secara konsentrasi, tetapi ADHD adalah sebaliknya.
2)    Attention Deficit Hiperaktif Disorder (ADHD)
Gangguan pemusatan Perhatian/Hiperaktivitas (yang selanjutnya akan disebut ADHD), adalah pola tetap tidak adanya konsentrasi dan/atau hiperaktivitas dan impulsivitas yang lebih sering dan lebih parah dari umumnya anak pada usia perkembangan tertentu. Biasanya gangguan yang  termasuk ke dalam eksternalisasi ini mulai tampak sejak bayi, kanak-kanak, atau remaja, dan lebih banyak terjadi pada anak laki-laki.

c.    Hambatan Aspek Kecerdasan
Dilihat dari teori normalitas dengan menggunakan kurva normal aspek kecerdasan dibagi menjadi tiga aspek, di bawah normal, normal, dan di atas normal, yaitu:
1)    Kecepatan berpikir tinggi
2)    Slow Leaner
3)    Hambatan Perkembangan Kecerdasan

d.    Hambatan Aspek Jender
Kesetaraan Jender adalah kesamaan hak, kewajiban, dan tanggung jawab antara laki-laki dan perempuan.
1)    Laki-aki
Karakteristik yang muncul pada anak laki-laki adalah fisiknya merasa lebih kuat, sikapnya keras, dan lain-lain.
2)    Perempuan
Karakteristik anak perempuan lebih cenderung bersikap lembut dianggap lemah oleh laki-laki. Dari perbedaan karakteristik di atas maka kegiatan di sekolah lebih cenderung di dominasi oleh anak laki-laki

Perbedaan perilaku individu tergantung pada latar belakanggya, mengapa muncul karakteristik yang berbeda-beda. Latar belakang penyebabnya dibagi menjadi dua bagian, baik penyebab instrinsik karena bawaan sebelum dan ketika lahir, sedangkan penyebab ekstrinsik adalah setelah lahir, dan lingkungan sangat kuat mempengaruhi hambatan maupun potensi perkembangan. Dalam melihat potensi dan permasalahan karakteristik yang muncul dalam perilaku peserta didik perlu melakukan Asesmen, dan kemudian dalam tindak lanjutnya adalah dilakukan intervensi.

C.    TREATMENT/PENANGANAN
Langkah-langkah kegiatan dalam penanganan hambatan belajar maka harus melakukan:
a.    Identifikasi
Identifikasi adalah proses awal untuk melihat karakteristik yang nampak secara kasat mata yang ditimbulkan dari hambatan fisik, perilaku, kecerdasan, dan perbedaan antara laki-laki dan perempuan, seperti berapa orang anak yang mengalami hambatan perkembangan fisik, berapa orang anak yang mengalami hambatan perkembangan sikap, berapa orang anak yang mengalami hambatan perkembangan  kecerdasan, dan berapa orang anak yang mengalami hambatan belajar diakibatkan dari perbedaan jender.
b.    Asesmen
Assesmen adalah suatu proses yang dilakukan secara sistematis dalam mengumpulkan infomasi mengenai kemampuan, hambatan maupun kebutuhan anak sebagai dasar penyusunan program intervensi atau pembelajaran,

Secara rasional bahwa pembelajaran yang bermakna adalah pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik, berkaitan dengan pernyataan tersbut maka assesmen penting dilakukan oleh guru, karena mengetahui kemampuan, hambatan maupun kebutuhan anak tidak cukup hanya hasil dari pengamatan saja, tetapi harus dicari dan ditemukan akar permasalahan yang sebenarnya secara komprehensif.
c.    Intervensi
Intervensi yang dapat dilakukan secara umum di sekolah dasar adalah memberikan aksesibilitas, baik akses fisik, sikap, kecerdasan, dan jender. Sedangkan intervensi aksesibiilitas secara khusus diantaranya adalah:
1)    Penempatan Duduk Peserta Didik
Ada jargon bahwa “tempat duduk menentukan prestasi”. Dalam hal ini sangatlah tepat ketika anak mengalami hambatan penglihatan, hambatan pendengaran, fostur tubuh yang pendek maka ditempatkan duduk di depan, hambatan sikap yang hiper aktif berikan tanggung jawab seperti menjadi ketua kelas, atau ketua kelompok, agar tidak menjadi hambatan belajar, berikan tugas tambahan pengayaan dan pendalaman materi bagi anak yang kecerdasannya tinggi.
2)    Intervensi Hambatan Perkembangan khusus
Proses pembelajaran semasih dapat diikuti oleh anak yang mengalami hambatan perkembangan maka dapat dilaksanakan secara klasikal inklusive dengan peserta didik lainnya, tetapi jika hambatan yang diakibatkan oleh  hambatan khusus yang tidak dapat diikuti, maka:
a)    Mendatangkan guru kunjung ke sekolah dari Resouce Centre untuk menangani hambatan khususnya
b)    Mendatangkan guru konsultan ke sekolah dari Resouce Centre untuk memberikan arahan kepada guru kelas
c)    Rekomendasi.
  • Psikolog
  • Terafis
  • Resouce Centre

KRITERIA DIAGNOSTIK
GANGGUANG PEMUSATAN PERHATIAN / HYPERAKTIF
GPPH
(DSM IV 1994)

A.    Salah satu dari (1) atau (2) kriteria tersebut di bawah:
(1)    Enam (atau lebih) gejala inatensi berikut telah berlangsung 6 bulan atau lebih pada tingkat sampai mengganggu penyesuaian diri dan tidak sesuai dengan tingkat perkembangan.
Inatensi (tidak memusatkan perhatian, tidak menyimak)

http://www.lpmpjabar.go.id/images/Artikel_Pendidikan/memet2.jpg
Baca selengkapnya »»  

Kamis, 15 Oktober 2015

MEDIA PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013

Dibawah ini adalah contoh media pembelajaran:

1. halaman depan
2 materi pembelajaran
3. video pembelajaran
4.ulangan harian
  
Diatas adalah contoh media pembelajran, bagi guru-guru yang berminat silahkan hubungi admin...
dengan cara pemesanan, beri komentar di bawah ini:






Baca selengkapnya »»  

Minggu, 17 Agustus 2014

Info CPNS Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) 2014 : Penerimaan Pendaftaran Lowongan Formasi

CPNS 2014 Sumatera Barat (SUMBAR) - Tahun ini Pemerintah Provinsi Sumatera Barat mendapatkan alokasi  Formasi CPNS 2014 sehingga bisa membuka Lowongan CPNS PEMPROV Sumatera Barat (SUMBAR) 2014.Beberapa pemerintah Kota (PEMKOT) dan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) di Provinsi Sumatera Barat juga mendapatkan alokasiFormasi CPNS 2014.
Sumatera Barat adalah salah satu provinsi di Indonesia yang terletak di pulau Sumatera dengan Padang sebagai ibu kotanya. Sesuai dengan namanya, wilayah provinsi ini menempati sepanjang pesisir barat Sumatera bagian tengah dan sejumlah pulau di lepas pantainya seperti Kepulauan Mentawai. Dari utara ke selatan, provinsi dengan wilayah seluas 42.297,30 km² ini berbatasan dengan empat provinsi, yakni Sumatera Utara, Riau, Jambi, dan Bengkulu.

Sumatera Barat berpenduduk sebanyak 4.846.909 jiwa dengan mayoritas beretnis Minangkabau yang seluruhnya beragama Islam. Provinsi ini terdiri dari 12 kabupaten dan 7 kota dengan pembagian wilayah administratif sesudah kecamatan di seluruh kabupaten (kecuali kabupaten Kepulauan Mentawai) dinamakan sebagai nagari.

 

Lowongan CPNS 2014 Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR)


Lowongan CPNS 2014 Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) akan segera dibuka setelah pengumuman Pembukaan Lowongan penerimaan pendaftaran CPNS 2014 dibuka sekitar tanggal 20 Agustus - 03 September 2014.  Pembukaan Lowongan CPNS Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) tahun 2014 ini bertujuan untuk mengisi beberapa kebutuhan tenaga PNS di Lingkup PEMPROV (SUMBAR), baik karena pensiunnya beberapa tenaga PNS maupun karena masih dibutuhkannya penambahan tenaga PNS di PEMPROVSumatera Barat (SUMBAR).

 

Jadwal Penerimaan CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014


Penerimaan CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) akan dibuka kemungkinan bersamaan (Serempak) dengan pembukaan Penerimaan Pendaftaran CPNS Nasional tahun 2014 ini, tepatnya pada tanggal 20 Agustus - 03 September 2014 jika tidak diundur lagi.

 

Pendaftaran Online CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014


Pendaftaran CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014 akan dilaksanakan secara online. Untuk melakukan pendaftaran CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014, sebelumnya anda harus mempersiapkan beberapa berkas pendaftaran CPNS yang penting seperti scan ijazah dan transkrip nilai, scan ktp, scan Pas Foto dan alamat email.

Informasi Pendaftaran dan Syarat Pendaftaran CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014 dapat anda lihat di situs Situs KEMENPAN : http://menpan.go.id. Informasi tersebut hanya akan tersedia setelah lowongan penerimaan CPNS 2014 Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) dibuka.

Cara Pendaftaran CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014: Pendaftaran CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) dan semua instansi penerima CPNS akan dilakukan secara online melalui website panselnas.menpan.go.id. Jadi untuk mendaftar, silahkan mengunjungi dan melakukan pendaftaran di situs panselnas.menpan.go.id sekitar tanggal 20 Agustus - 3 September 2014.

 

Formasi CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014


Jumlah usulan Formasi CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) 2014 disesuaikan dengan jumlah kebutuhan tenaga PNS di Lingkup Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) periode tahun 2014. Kepastian jumlah dan rincian Formasi CPNS 2014 untuk Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) akan ditetapkan oleh KEMENPAN sekitar tanggal 11 Agustus 2014 dan rencananya diumumkan pada tanggal 18 - 29 Agustus 2014 di website KEMENPAN : http://menpan.go.id, jika tidak diundur lagi :)

Pengadaan formasi cpns Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) bertujuan untuk mengisi kekosongan tenaga PNS karena pensiun, mengundurkan diri, dikeluarkan, meninggal dunia maupun untuk posisi yang tenaga PNSnya memang masih Kurang.

 

Pelaksanaan Tes CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) Tahun 2014


Tes CPNS Provinsi (PEMPROV) Sumatera Barat (SUMBAR) tahun 2014 rencananya akan dilaksanakan pada bulan September 2014. disesuaikan dengan pelaksanaan tes CPNS 2014 secara Nasional yaitu mulai tanggal 8 September 2014 sampai selesai.

Tes CPNS di Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) akan menggunakan sistem CAT CPNS, jadi sebaiknya anda memiliki Software CAT CPNS untuk latihan menjawab Soal CAT CPNS agar terbiasa dan memperbesar peluang untuk lulus CPNS tahun ini. Informasi mengenai sistem dan Software CAT CPNS bisa anda baca di halaman: Pengenalan Sistem dan Software CAT CPNS.

 

Pemerintah Daerah (PEMDA), Pemerintah Kota (PEMKOT) dan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) di Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) yang akan membuka Lowongan CPNS 2014


Pemerintah Daerah (PEMDA), Pemerintah Kota (PEMKOT) dan Pemerintah Kabupaten (PEMKAB) di Provinsi Sumatera Barat (SUMBAR) yang mendapat Formasi CPNS 2014 dari KEMEMPAN dan akan membuka Lowongan CPNS 2014 di instansinya masing masing adalah:

  • PEMERINTAH KAB. AGAM
  • PEMERINTAH KAB. PASAMAN
  • PEMERINTAH KAB. SOLOK
  • PEMERINTAH KAB. PADANG PARIAMAN
  • PEMERINTAH KAB. PESISIR SELATAN
  • PEMERINTAH KAB. TANAH DATAR
  • PEMERINTAH KAB. KEP. MENTAWAI
  • PEMERINTAH KAB. DHARMASRAYA
  • PEMERINTAH KAB. PASAMAN BARAT
  • PEMERINTAH KOTA BUKITTINGGI
  • PEMERINTAH KOTA PADANG PANJANG
  • PEMERINTAH KOTA SAWAHLUNTO
  • PEMERINTAH KOTA SOLOK
  • PEMERINTAH KOTA PADANG
  • PEMERINTAH KOTA PAYAKUMBUH
  • PEMERINTAH KOTA PARIAMAN
Baca selengkapnya »»  

Sabtu, 16 Agustus 2014

Informasi Pendaftaran dan Jadwal Penerimaan CPNS Tahun 2014

CPNS 2014: Pembukaan Penerimaan Pendaftaran CPNS 2014 akan dilaksanakan pada 20 Agustus - 3 September 2014. Berdasarkan Informasi Pendaftaran dan Jadwal Penerimaan CPNS Tahun 2014 terbaru yang saya dapatkan dari situs Resmi Penerimaan CPNS (KEMENPAN), penerimaan atau pembukaan lowongan cpns 2014 kemungkinan akan digelar pada tanggal 20 Agustus - 3 September  2014 ini. Penerimaan CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil).


Penerimaan cpns tahun 2014 ini memiliki persaingan yang cukup ketat mengingat pendaftaran CPNS tahun 2014 ini akan diikuti oleh lebih banyak pendaftar, karena yang akan ikut adalah yang belum lulus hingga tahun 2013 ditambah lulusan - lulusan baru dari berbagai universitas di Indonesia, dengan demikian jika Anda ingin lulus dan mencapai impian yang telah lama Anda idamkan untuk menjadi seorang PNS, persiapkanlah diri Anda dengan sebaik-baiknya, yaitu mulai dari sekarang.

 

Metode Ujian Tes CPNS 2014

Pelaksanaan tes CPNS akan dilaksanakan pada 8 September 2014. Direncanakan semua Instansi pusat maupun daerah pada penerimaan CPNS 2014 akan menerapkan ujian CPNS dengan sistem Computer Assisted Test (CAT). Yaitu ujian yang dilakukan dengan menggunakan alat bantu komputer. Instansi pusat dan beberapa pemerintah provinsi dipastikan akan menerapkan sistem CAT CPNS ini. Info tentang Tes Cat CPNS dapat anda lihat di tulisan saya tentang : Latihan Sistem CAT CPNS 2014

 

Prioritas Jabatan CPNS 2014

1. Instansi Pusat
  • Guru (guru kelas, dan guru produktif) yaitu guru yang memberikan keterampilan hidup / life skill untuk siswa.
  • Dosen.
  • Jabatan penegak hukum (pro justice), seperti jaksa, panitera, pengaman lembaga pemasyarakatan (sipir).
  • Jabatan utama (core business) fungsi instansi, seperti:
  • Pengawas tata bangunan dan perumahan, pengawas teknik jalan dan jembatan, penata ruang, pengawas teknik pengairan, arsitek.
  • Pemeriksa pajak, penyuluh pajak, pemeriksa bea cukai.
  • Pemeriksa merek, pemeriksa dokumen imigrasi.
  • Mediator hubungan industrial, instruktur, pengawas ketenagakerjaan.
  • Pengamat gunung api, inspektur tambang.
  • Penguji kenderaan bermotor, pengawas keselamatan pelayaran, ATC.
2. Instansi Daerah
  • Guru (guru kelas dan guru produktif) yaitu guru yang memberi keterampilan hidup / life skill untuk siswa, guru tataboga, guru seni kriya, dan guru desain grafis.
  • Tenaga medis dan paramedis (dokter, dokter spesialis, bidan, perawat, dan refraksionis optisien).
  • Jabatan yang mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat (pro growth).
  • Jabatan yang berperan menciptakan lapangan kerja (pro job), seperti instruktur las, instruktur tataboga, dan instruktur tata rias.
  • Jabatan yang menciptakan pengurangan kemiskinan (pro job), seperti pamong belajar, pembimbing terapan teknologi tepat guna, penggerak swadaya masyarakat.
  • Jabatan yang berperan dalam pengendalian pertumbuhan penduduk, seperti penyuluh keluarga berencana. 

 

 Kebijakan Penerimaan CPNS 2014

1. Kebijakan nasional:

Zero growth atau rekrutmen hanya untuk menggantikan pegawai yang sudah pensiun, meninggal dunia, dipecat atau berhenti dengan tidak menambah jumlah pegawai secara keseluruhan.

2. Kebijakan institusional:
  • Minus growth diterapkan bagi instansi yang berdasarkan hasil analisa beban kerja (ABK) jumlah pegawainya sudah kelebihan, anggaran belanja pegawai lebh dari 50 persen APBD (untuk kabupaten/kota), dan bagi provinsi yang rasio belanja pegawainya lebih dari 30 persen APBD.
  • Sedangkan zero growth, diterapkan untuk instansi yang jumlah pegawainya cukup, rasio anggaran belanja pegawai antara 40 – 50 persen dari APBD (kab/kota), dan 25 – 30 persn (provinsi).
  • Sementara yang alokasi formasinya lebih besar dari jumlah PNS yang pensiun (growth), hanya diperbolehkan bagi instansi/pemda yang jumlah pegawainya sangat kurang, rasio anggaran belanja pegawainya kurang dari 40 persen dari APBD (Kab/kota), dan untuk provinsi yang rasio anggaran belanja pegawainya kurang dari 40 persen. Instansi yang tidak memiliki tenaga honorer kategori 1 maupun kategori 2 juga menjadi pertimbangan. Selain itu, dipertimbangkan juga rasio jumlah pegawai dengan jumlah penduduk, luas wilayah, kekurangan pegawai serta prioritas jabatan.

 

Agenda dan Kegiatan Penerimaan CPNS 2014 (UPDATE)

  • Pendataan dan penyerahan usulan formasi: April - Mei 2014.
  • Pembentukan panitia penerimaan CPNS 2014 di tiap-tiap institusi atau BKD: Mei - Juni 2014
  • Penyusunan soal ujian: mulai Mei 2014
  • Pengumuman Formasi Lowongan CPNS: Agustus 2014
  • Pendaftaran CPNS 2014 dan seleksi berkas: Agustus - September 2014.
  • Penyusunan soal: mulai Juni 2014.
  • Pelaksanaan ujian dan tes CPNS: 8 September 2014 sampai selesai.
  • Pengumuman peserta yang lulus menjadi CPNS tahun 2014 melalui website: November - Desember 2014.
  • Penyerahan SK CPNS: Desember 2014 - Februari 2015. 


Baca selengkapnya »»  

TURNAMEN LIGA VOLY MAN LEMBAH GUMANTI BERSERTA (KLASMEN LIGA VOLY MAN LEMBAH GUMANTI 2014/2015)


Pada awal penemuannya, olahraga permainan bola voli ini diberi nama Mintonette. Olahraga Mintonette ini pertama kali ditemukan oleh seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) yang bernama William G. Morgan di YMCA pada tanggal 9 Februari 1895, di Holyoke, Massachusetts (Amerika Serikat). William G. Morgan dilahirkan di Lockport, New York pada tahun 1870, dan meninggal pada tahun 1942. YMCA (Young Men’s Christian Association) merupakan sebuah organisasi yang didedikasikan untuk mengajarkan ajaran-ajaran pokok umat Kristen kepada para pemuda, seperti yang telah diajarkan oleh Yesus. Organisasi ini didirikan pada tanggal 6 Juni 1884 di London, Inggris oleh George William. Setelah bertemu dengan James Naismith (seorang pencipta olahraga bola basket yang lahir pada tanggal 6 November 1861, dan meninggal pada tanggal 28 November 1939), Morgan menciptakan sebuah olahraga baru yang bernama Mintonette. Sama halnya dengan James Naismith, William G. Morgan juga mendedikasikan hidupnya sebagai seorang instruktur pendidikan jasmani. William G. Morgan yang juga merupakan lulusan Springfield College of YMCA , menciptakan permainan Mintonette ini empat tahun setelah diciptakannya olahraga permainan basketball oleh James Naismith. Olahraga permainan Mintonette sebenarnya merupakan sebuah permainan yang diciptakan dengan mengkombinasikan beberapa jenis permainan. Tepatnya, permainan Mintonette diciptakan dengan mengadopsi empat macam karakter olahraga permainan menjadi satu, yaitu bola basket, baseball, tenis, dan yang terakhir adalah bola tangan (handball). Pada awalnya, permainan ini diciptakan khusus bagi anggota YMCA yang sudah tidak berusia muda lagi, sehingga permainan ini-pun dibuat tidak seaktif permainan bola basket.
Perubahan nama Mintonette menjadi volleyball (bola voli) terjadi pada pada tahun 1896, pada demonstrasi pertandingan pertamanya di International YMCA Training School. Pada awal tahun 1896 tersebut, Dr. Luther Halsey Gulick (Director of the Professional Physical Education Training School sekaligus sebagai Executive Director of Department of Physical Education of the International Committee of YMCA) mengundang dan meminta Morgan untuk mendemonstrasikan permainan baru yang telah ia ciptakan di stadion kampus yang baru. Pada sebuah konferensi yang bertempat di kampus YMCA, Springfield tersebut juga dihadiri oleh seluruh instruktur pendidikan jasmani. Dalam kesempatan tersebut, Morgan membawa dua tim yang pada masing-masing tim beranggotakan lima orang. Dalam kesempatan itu, Morgan juga menjelaskan bahwa permainan tersebut adalah permainan yang dapat dimainkan di dalam maupun di luar ruangan dengan sangat leluasa. Dan menurut penjelasannya pada saat itu, permainan ini dapat juga dimainkan oleh banyak pemain. Tidak ada batasan jumlah pemain yang menjadi standar dalam permainan tersebut. Sedangkan sasaran dari permainan ini adalah mempertahankan bola agar tetap bergerak melewati net yang tinggi, dari satu wilayah ke wilayah lain (wilayah lawan).
Kesehatan adalah harta yang paling berharga, dengan berolahraga menjadikan kita senantiasa dalam keadaan bugar. Berolahraga sambil bermain terasa lebih menyenangkan. Olahraga kini yang digemari saat ini oleh siswi adalah bola voly merupakan perpaduan dari berbagai macam olahraga.
Dimana sebahagian besar siswa di dominasi usia produktif, yaitu remaja dan pemuda yang sangat rentan terpengaruh akibat negatif dari masuknya budaya barat dan merajalelanya peredaran narkoba yang saat ini masih sangat sulit untuk dikurangi apalagi diberantas.
Oleh karenanya, sudah menjadi tanggung jawab kita bersama untuk menjauhkan generasi muda kita dari hal-hal tersebut. Salah satu cara yang paling efektif adalah dengan memfasilitasi atau menyediakan sarana untuk para generasi muda kita untuk berkarya dan melakukan kegiatan positif untuk meningkatkan prestasi serta menyadarkan kita betapa pentingnya berolahraga bagi kesehatan.
Dalam rangka untuk  menambah gairah pecinta olahraga futsal di kalangan siswa MAN Lembah gumanti, maka saya sebagai guru olahraga di MAN Lembah Gumanti sebagai salah satu pecinta olahraga futsal akan mengadakan liga olahraga futsal di MAN Lembah gumanti, dengan harapan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas olahraga futsal antar siswa, dapat menjadi wadah silaturahmi antara sesama siswa.


MAKSUD DAN TUJUAN
1.     Mewujudkan tali silahturahmi sesama siswa.
2.     Menjauhkan siswa dari penyalahgunaan narkoba dan hal negatif lainnya, karena kurangnya      kesadaran akan pentingnya berolahraga.
3.     Menjadikan olahraga bukan hanya sekedar hobi melainkan salah satu prioritas utama kebutuhan hidup yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mental maupun jasmani.
4.      Menjadikan penyaluran bakat bagi siswa.
5.      Menjadi alternatif pengisi waktu dengan kegiatan positif.
6.      Menciptakan siswa yang memiliki kesehatan yang baik.

TEMA
Kegiatan olahraga voly, bertujuan menciptakan kegiatan positif bagi siswa  dan menjadi wadah untuk kebutuhan hidup yang sangat bermanfaat bagi kesehatan mental maupun jasmani.


TEMPAT DAN WAKTU
•      Tempat Turnamen Liga   : Lapangan voly MAN Lembah Gumanti, Jl. Teuku umar Alahan     Panjang.
•      Waktu Turnamen Liga      : 1 kali dalam seminggu, dengan tidak mengganggu jam pelajaran. Pada hari sabtu jam 11.15 – 13.00


PEMAIN
•    Siswa siswi yang terdaftar di MAN Lembah Gumanti
•    Alumni
•    Guru – guru

Untuk melihat klasmen dan jadwal pertandingan klik link di bawah ini:

Klasmen dan jadwal pertandingan
Baca selengkapnya »»